Tips Puasa Sambil Menyusui Secara Eksklusif


Tak terasa hari ini sudah memasuki hari ke8 bulan Ramadhan. Walaupun saat ini saya masih menyusui Zaza, anak keduaku tercinta yang baru 2 bulan, 2 minggu secara eksklusif, tapi dengan mengucap Bismillah saya niatkan untuk berpuasa sambil menyusui. Hal yang sama juga pernah saya lakukan waktu saya menyusui Shifa anak pertamaku, secara eksklusif juga. Baca Pengalamanku SuksesASI Eksklusif I(Shifa).

Alhamdulillah selama8 hari ini  ini saya tidak mengalami hambatan yang berarti, termasuk menurunnya produksi ASI, bahkan saya masih bisa memerah ASI 2 kali dengan jumlah rata-rata 100 ml, biasaya sore habis buka puasa dan pagi sehabis sahur. Oleh karena itu saya masih bisa meninggali anak saya ASI perah selama saya pergi bekerja. Zaza minumnya sudah banyak, kalau saya tinggal bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore, dia bisa habis 2-4 botol @ 100 ml. Memang agak defisit kalau dia minumnya lebih dari 2 botol, tapi untunglah selama kemarin cuti saya sudah sempat menabung ASI sebanyak 20 botol.




Walaupun hanya minum ASI, Alhamdulillah pertumbuhan dan perkembangan Zaza sangat pesat, dia sudah tengkurep kemarin waktu 2 bulan 3 hari, dan berat badannya sudah mengalami peningkatan 2.1 kg, dari berat awal 3.1 kg menjadi 5.2 kg.


Teman-teman banyak yang bertanya tentang tips saya dalam menjalankan ASI eksklusif, terutama bagaimana menjalankan puasa sambil tetap menyusui. Hal-hal yang saya jalankan akan saya uraikan disini, semoga dapat bermanfaat bagi bunda-bunda semua yang ingin melakukan hal yang sama.

CAIRAN

Kunci utama sebenarnya adalah pada jumlah cairan yang kita konsumsi. Saya benar-benar memperhatikan cairan yang saya minum tidak boleh kurang dari 2 liter per hari. Saya punya gelas  besar khusus yang ada ukurannya sampai 600 ml.

 Jenis cairan bisa bermacam-macam. Biasanya kalau saya minum chlorofil 2 sachet yang dilarutkan dalam 600 ml air saat buka puasa, sebagai pengganti air minum. Nanti kalau mau tidur, minum lagi cholorofil 2 sachet dalam 600 ml. Chlorofil terbukti memang dapat meningkatkan produksi ASI. Kalau ingin tahu lebih jauh tentang chlorofil dan dimana mendapatkannya dapat di toko online saya Toko Sehat ayu.

 Selain itu juga masih saya tambah dengan air sayur, dan air kolak/kacang hijau saat buka puasa.
Saat sahur saya minum susu kedele 600 ml, ditambah air putih atau kadang chlorofil lagi 300 ml. Susu kedele terbukti dapat membuat ASI menjadi kental. ASI yang kental akan membuat bayi kita cepat kenyang.
Bagi ibu yang sedang menyusui memang jangan malas untuk minum, karena cairan adalah bahan utama dari ASI. Bagi yang tidak kuat minum banyak bisa minum secara bertahap 300 ml setiap 1 jam sekali.

PROTEIN HEWANI

ASI banyak tapi encer dan tidak bergizi, tidak banyak manfaatnya bagi bayi. Oleh karena itu kita harus mengusahakan ASI kita banyak dan kental sehingga berkualitas dan bergizi tinggi. Salah satunya adalah dengan banyak mengkonsumsi protein hewani. Protein yang paling bagus adalah  daging sapi, walaupun jenis protein hewani lain juga baik dikonsumsi.

Untuk lauk buka puasa , saya biasanya variasi antara telur dan ikan, sedangkan untuk sahur saya memilih daging sapi. Biar tidak repot, untuk daging sapi saya menstok kornet. 



Jadi menunya kornet daging sapi 150 gram (kaleng kecil), biasanya diorak-arik dengan telur. Seringnya malah  untuk sahur saya hanya makan orak-arik kornet saja, tanpa nasi karena itu porsinya juga sudah banyak. 

KACANG-KACANGAN

Mengkonsumsi kacang-kacangan juga bisa membuat ASI kita menjadi kental. Saya suka merebus kacang tanah kupas untuk cemilan. Saya lebih memilih kacang tanah kupas untuk direbus, karena kalau kacang tanah kulit kadang isi di dalamnya tidak sebagus kulitnya, disamping memang saya malas mengupas :)


Selain itu tentu saja kacang ijo. Di dalam menu jajanan puasa yang saya buat untuk keluarga saya memasukkan kacang ijo, minimal sekali dalam seminggu. Biasanya bubur kacang ijo, setelah dimakan suami dan anak, sisanya saya semua yang menghabiskan. Lumayan, setelah makan kacang-kacangan kalau diperah maka ASI akan mengucur dengan deras dan kental.

SAYURAN

Sudah banyak orang tahu kalau sayur daun  katu adalah sayur andalan ibu menyusui untuk membuat ASInya banyak. Selain daun katu, sayuran yang sering saya makan adalah pare. Pare walaupun pahit, tapi ternyata banyak manfaatnya, diantaranya adalah untuk meningkatkan produksi ASI. Manfaat pare lainnya seperti pare sebagai obat alami diabetes dapat  dibaca juga di blog ini. Ada yang bilang biar efektif pare dibuat jus, tapi kalau saya lebih suka dioseng sehingga tersamar pahitnya.  



Sayur daun singkong juga dapat meningkatkan produksi ASI. Saya suka membuat bobor daun singkong. Sayur-sayur  tersebut kalau saya konsumsi , maka akan membuat ASI saya jadi banyak.

SUPLEMEN

Sebagai tambahan saya juga mengkonsumsi suplemen lancar ASI. Biasanya saya konsumsi 1 tablet setelah buka puasa dan 1 tablet sehabis sahur. Selain itu saya mengkonsumsi suplemen multivitamin yang berisi zat besi dan mineral (Biasanya yang saya konsumsi Obimin),  yang saya minum 1 kapsul setelah makan sahur.

BERIKAN SEBELAH PAYUDARA SAJA

Tips lainnya yang saya lakukan adalah memberikan hanya sebelah payudara saja untuk disusu bayi, payudara yang sebelah lagi untuk diperah. Tips ini juga saya lakukan saat tidak puasa, untuk mensiasati agar tetap bisa memerah sambil menyusui.

Malam hari, saat bayi ingin nyusu saya berikan payudara yang kanan saja. Sehabis sahur, payudara yang kiri saya perah. Pulang kerja saat bayi ingin nyusu saya berikan payudara yang kiri, sehabis buka puasa payudara yang kanan saya perah.

Tadi malam rekor selama puasa ini yaitu saya mampu memerah 150 ml hanya untuk payudara kanan saja, biasanya selama puasa saya hanya mampu memerah 70-100 ml saja. Walaupun pada saat tidak puasa saya juga mampu menghasilkan sampai 200 ml  sekali perah.

RILEKS DAN GEMBIRA

Satu lagi yang penting adalah kita jangan tertekan. Rileks  dan gembira saja dalam menjalani semuanya, apalagi kalau kita sudah berniat puasa sambil menyusui. Jadi anggap menyusui adalah merupakan bagian dari ibadah selama bulan puasa. Insyaallah dengan kita puasa sambil menyusui bayi kita akan lebih mendapat berkah, karena ibunya melakukan 2 perjuangan, yaitu perjuangan menahan hawa nafsu dan perjuangan untuk mengusahakan ASI yang cukup untuk dirinya.Alhamdulillah kedua anak saya sampai hari ini selalu sehat dan ceria.



Bahkan zaza perkembangannya sangat pesat, karena dia sejak umur 2 bulan 3 hari sudah bisa tengkurap, walaupun untuk mbalik sendiri masih belajar.

Demikian pengalamannya saya selama puasa sambil menyusui. Semoga bermanfaat bagi ibu-ibu cantik di seluruh Indonesia yang ingin memberikan yang terbaik untuk bayinya. Kalau punya tips lainnya silakan tulis di kotak komentar sehingga dapat saling berbagi. Tetap SEMANGAT!


Title : Tips Puasa Sambil Menyusui Secara Eksklusif
Description : Tak terasa hari ini sudah memasuki hari ke8 bulan Ramadhan. Walaupun saat ini saya masih menyusui Zaza, anak keduaku tercinta yang baru 2 bu...